
Nikodemus
vs
Perempuan Samaria
Ishak
Natan
Jan 2025
Membandingkan Nikodemus dan perempuan Samaria dalam
Kitab Yohanes, Pasal 3 dan Pasal 4, memberikan gambaran yang menarik
tentang bagaimana Yesus berinteraksi dengan orang-orang makhluk ciptaan Nya dari berbagai
latar belakang dan situasi kehidupan.
**Persamaan dan Perbedaan:**
1. **Kedatangan Rahasia:** Baik
Nikodemus maupun perempuan Samaria
datang kepada Yesus di waktu yang tidak umum. Nikodemus datang pada
malam hari, mungkin untuk menghindari direkam oleh rekan-rekannya Farisi yang menolak Yesus.
Adalah
seorang Farisi yang bernama
Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam
kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai
guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat
mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak
menyertainya." (Joh 3:1-2)
Perempuan Samaria datang untuk mengambil air pada
siang hari, pada saat yang kurang umum bagi wanita untuk pergi ke
sumur, karena dia ingin menghindari pertemuan dengan
orang-orang lain yang mungkin telah menghakiminya gegara hidup bergantian dengan lima lelaki.
Ia harus [devine appointment] melintasi daerah Samaria. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di
Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu
kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih
oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari
kira-kira pukul dua belas. (Joh 4:4-6)
2. **Kesadaran Spiritual:** Kedua
tokoh ini awalnya memiliki pemahaman
yang terbatas tentang siapa Yesus sebenarnya. Nikodemus mengakui bahwa
Yesus adalah seorang guru yang datang dari Allah, tetapi dia masih
belum sepenuhnya memahami arti kelahiran baru.
Yesus
menjawab, kata-Nya: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak
dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah
mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk
kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air
dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang
dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari
Roh, adalah roh. (Joh 3:3-6)
Perempuan Samaria,
awalnya, melihat Yesus hanya sebagai seorang Yahudi yang memusuhi kaumnya, dan kemudian
sebagai nabi, sebelum akhirnya menyadari bahwa Dia adalah Mesias yang
dijanjikan.
Maka
kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi,
minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak
bergaul dengan orang Samaria.) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau
tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:
Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah
memberikan kepadamu air hidup." (Joh 4:9-10)
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya
aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke
sini." Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus
kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab
engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu,
bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." Kata perempuan
itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang
nabi. (Joh 4:15-19)
3. **Proses Pembelajaran:** Baik
Nikodemus maupun perempuan Samaria
melalui proses interaksi mata rohaninya tergugah selama percakapan
mereka dengan Yesus. Nikodemus akhirnya mulai memahami konsep kelahiran
baru dan pentingnya iman dalam Yesus sebagai Anak Manusia.
Nikodemus,
seorang dari mereka, yang
dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: Apakah hukum
Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang
mengetahui apa yang telah dibuat-Nya? Jawab mereka: "Apakah engkau juga
orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak
ada nabi yang datang dari Galilea." (Joh 7:50-52)
Perempuan
Samaria juga mengalami transformasi dalam pemahamannya tentang Yesus,
dari pandangan awal yang skeptis dan terbatas menjadi
keyakinan yang lebih dalam bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan.
Maka
perempuan itu meninggalkan
tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang
yang di situ: Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku
segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu? Maka
merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. (Joh 4:28-30)
4. **Ayat-Ayat Utama:** Yesus menjelaskan lebih jauh kepada Nikodemus mengapa Musa membuat ular tembaga
dan menaruhnya pada sebuah
tiang dipadang gurun (Num 21:7-9).
Dan
sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak
Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal. (Joh 3:14-16)
Kepada perempuan Samaria Yesus menyatakan pemujah yang sebenarnya dan obyek yang disembah.
Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa
penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran;
sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Joh 4:22-24)
**Kesimpulan**
1. **Latar Belakang Sosial:**
Nikodemus adalah seorang pemimpin agama,
seorang Farisi dan anggota Sanhedrin, yang mewakili otoritas agama dan
politik pada masanya. Di sisi lain, perempuan Samaria dianggap
rendah oleh masyarakat Yahudi karena dia seorang Samaria dan juga
karena dia hidup dalam hubungan yang tidak sah dengan beberapa lelaki.
2. **Kesempatan Pertemuan dengan Yesus:**
Nikodemus memiliki akses yang
lebih mudah untuk bertemu langsung dengan Yesus, karena
statusnya sebagai seorang pemimpin agama. Di sisi lain, perempuan
Samaria tampaknya bertemu dengan Yesus secara tidak sengaja di sumur,
tanpa persiapan atau harapan sebelumnya.
3. **Respon Awal Terhadap Yesus:**
Nikodemus datang kepada Yesus dengan
sikap ingin tahu dan rasa hormat, meskipun masih memiliki keraguan dan
keterbatasan pemahaman. Di sisi lain, perempuan Samaria awalnya bertemu
Yesus dengan sikap was-was atau bahkan mencurigai, sebelum akhirnya
mengalami perubahan hati yang mendalam.
Meskipun memiliki latar
belakang dan pendekatan yang berbeda, baik
Nikodemus (mencari Yesus) maupun perempuan Samaria (tidak mencari Yesus) mengalami pertemuan yang berarti
luar biasa dengan Yesus yang mengubah hidup mereka secara signifikan. Ini
menunjukkan bahwa pesan Yesus tidak terbatas pada satu kelompok atau
status sosial tertentu, tetapi terbuka untuk semua orang yang mau
menerima-Nya dengan iman sebagai Juruslamat pribadinya.
Maranatha