Dahaga Seorang Perempuan Samaria

Ishak Natan
  Des 2024


Pengantar
Penjelasan judul diatas mengunakan terjemahan literal bahasa Indonesia dari kitab Yohanes pasal 4 (https://alkitab.mobi/milt/Yoh/4/).



Pertemuan Tak Terduga di Sumur Yakub:
Yesus, sebagai seorang Yahudi karena kelelahan, meminta minum kepada seorang perempuan Samaria.

1Oleh karena itu, ketika Tuhan mengetahui bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa YESUS menjadikan murid-murid dan membaptis lebih banyak daripada Yohanes 2--meskipun YESUS sendiri tidak membaptis, melainkan para murid-Nya--3Dia meninggalkan Yudea dan pergi lagi ke Galilea,4dan seharusnyalah Dia melintas melalui Samaria. 5Oleh karena itu Dia tiba di sebuah kota Samaria yang disebut Sikhar, di dekat sebidang tanah yang Yakub telah memberikan kepada anaknya, Yusuf; 6dan di sana ada sumur Yakub. Kemudian YESUS, tatkala merasa letih karena perjalanan itu, Dia duduk sedemikian rupa di tepi sumur itu. Waktu itu kira-kira jam keenam (dua belas siang).
Catatan:
Yesus harus melewati daerah Samaria karena ada "divine appoinment".
Dia sebagai manusia biasa kelelahan, namum didalam diriNya ada kuasa ilahi yang men-demonstrasi-kan misteri inkarnasi bahwa pencipta langit dan bumi dapat bermukim dalam sosok tubuh manusia. Percakapan tentang Air Hidup: Yesus meminta air minum kepada perempuan itu, yang terkejut karena orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria. 7Datanglah seorang perempuan dari Samaria untuk menimba air. YESUS berkata kepadanya, "Berilah minum kepada-Ku!"8Sebab, para murid-Nya telah pergi ke kota, agar mereka dapat membeli makanan. 9Lalu perempuan Samaria itu berkata kepada-Nya, "Bagaimana Engkau, selaku seorang Yahudi, meminta minum dari padaku, sebagai seorang perempuan Samaria?" Sebab orang-orang Yahudi tidak bergaul dengan orang-orang Samaria.

Catatan:
Dalam konteks sosial budaya di Israel, pria biasanya tidak memulai percakapan dengan perempuan yang tidak mereka kenal. Lagipula orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai orang Yahudi yang najis (blasteran Yahudi dan Asyrian) mengembangkan agama campuran mereka sendiri.

Jawaban Yesus menarik perhatian perempuan itu kepada dua hal: (1) pemberian-Nya, dan (2) pribadi-Nya.
10YESUS menjawab dan berkata kepadanya, "Sekiranya engkau telah mengetahui karunia Elohim, dan siapa Dia yang sedang berkata kepadamu: Berilah minum kepada-Ku, niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, dan Dia telah memberikan kepadamu air yang hidup." 11perempuan itu berkata kepada-Nya, "Tuan, Engkau tidak mempunyai timba, dan sumur ini dalam. Lalu dari mana Engkau memperoleh air yang hidup? 12Engkau tidak lebih besar daripada Yakub bapak kami, yang telah memberikan sumur ini kepada kami, dan dia telah minum dari padanya, juga anak-anaknya dan ternaknya." 13YESUS menjawab dan berkata kepadanya, "Setiap orang yang minum dari air ini, dia akan haus lagi; 14tetapi siapa yang telah minum dari air yang akan Kuberikan kepadanya, dia sekali-kali tidak akan pernah haus sampai selamanya, sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, itu akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus memancar sampai hidup yang kekal." 15perempuan itu berkata kepada-Nya, "Tuan, berikanlah kepadaku air itu, supaya aku tidak akan haus bahkan aku tidak perlu datang ke sini untuk menimba air."

Catatan: Meskipun perempuan itu mungkin tidak mengetahuinya (karena orang Samaria hanya mengakui otoritas Pentateukh, bukan kitab-kitab para Nabi), Yesus menggunakan metafora Alkitab.
Dalam (Jeremia 2:13; 17:13) Yahweh menyebut dirinya sebagai "mata air kehidupan", umat-Nya akan minum dari "sungai kesenangan-Nya," dan Dia menawarkan "mata air kehidupan" (Psalm 36:8-9), karunia Roh dalam Joh 7:37-39,Act 2:38 dan Act 10:45. Dan metafora itu juga muncul sebagai simbol kehidupan kekal dalam Rev7:17;22:1,17.

Yesus berbicara secara metaforis, tetapi perempuan itu tampaknya mengartikannya secara harfiah, mungkin tentang mata air bawah tanah yang mengalirkan air ke sumur yang jauh di bawah tempat mereka berada. Yesus menyebutkan "air hidup." Frasa ini biasanya merujuk kepada air yang mengalir dari sungai atau anak sungai, yang berbeda dengan air yang menggenang dari kolam atau sumur. Namun, Yesus menggunakan kata itu secara ambigu, sehingga kata itu memiliki makna yang lebih dalam, air yang memberikan kehidupan, dan, seperti yang kita lihat dalam ayat 14, karunia yang memberikan kehidupan kekal.
Ia menunjukkan bahwa Yesus tidak memiliki apa-apa dan cara untuk mengambil air dari sumur itu, dan entah bagaimana persepsi perempuan itu sehingga melihat Yesus lebih besar daripada bapa leluhurnya Yakub yang menggali sumur itu.

Pengungkapan Kehidupan Perempuan berdampak Pengakuan:
Yesus menunjukkan ke-mahatahu-anNya tentang kehidupan pribadi nya bahwa ia telah memiliki lima suami dan yang sekarang juga bukan suaminya. Sehingga perempuan itu beranggapan bahwa Yesus adalah seorang nabi.

YESUS berkata kepadanya, "Pergilah, panggillah suamimu, dan datanglah ke sini!" 17perempuan itu menjawab dan berkata, "Aku tidak mempunyai seorang suami!" YESUS berkata kepadanya, "Engkau berkata benar: Aku tidak mempunyai seorang suami."18Sebab engkau sudah mempunyai lima orang suami, dan yang sekarang engkau miliki, dia bukanlah suamimu. Engkau telah mengatakan hal ini benar."19perempuan itu berkata kepada-Nya, "Tuan, aku menduga bahwa Engkau adalah seorang nabi.
Catatan:
Posisi tertinggi SOSOK seorang manusia yang dihormati dan dipatuhi pada zaman itu yalah raja atau nabi. Seiring dengan kisah perkembangan cerita, kita menemukan bahwa perempuan itu telah memiliki lima pria dan hidup dengan pria keenam. Dikota itu biasanya para perempuan mengambil air di pagi hari atau sore hari, bukan di siang hari yang terik. Sebaliknya perempuan ini muncul sekitar tengah hari, mungkin agar ia tidak terus-menerus dilecehkan oleh para perempuan di kota itu yang membencinya sebagai pencuri suami suami. Meskipun demikian, Yesus meminta minum kepadanya, dan ia tidak menolak. Dalam hatinya perempuan Samaria ini amat heran mengapa Yesus melanggar norma-norma sosial untuk meminta minum kepadanya. Disini kita melihat cinta Kasih Yesus yang Menghancurkan Dinding Pemisah antara orang- orang Yahudi dan Samaria.

Penyembahan yang Sejati:
Pembicaraan berlanjut tentang tempat penyembahan yang benar. Yesus menjelaskan bahwa penyembahan yang sejati tidak tergantung pada tempat, tetapi pada roh dan kebenaran.
20Para leluhur kami menyembah di gunung ini, tetapi kamu mengatakan bahwa di Yerusalemlah tempat di mana seharusnya menyembah." 21YESUS berkata kepadanya, "Hai perempuan, percayalah kepada-Ku, bahwa waktunya sedang datang, saat kamu akan menyembah kepada Bapa bukan di gunung ini, bukan pula di Yerusalem. 22Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang telah kami kenal, karena keselamatan itu berasal dari orang-orang Yahudi. 23Namun waktunya sedang tiba, dan itu adalah sekarang, manakala para penyembah yang benar akan menyembah kepada Bapa dalam roh dan kebenaran. Sebab Bapa pun sedang mencari orang-orang yang menyembah Dia seperti itu. 24Elohim itu Roh, dan mereka yang menyembah Dia seharusnyalah menyembah dalam roh dan kebenaran."
Catatan;
 Pada zaman itu orang-orang Samaria menolak beribadah di bait suci di Yerusalem, bahkan mereka telah membangun sebuah bait suci di lereng Gunung Gerizim sehingga perlu bepergian ke Yerusalem. Padahal mereka tidak tahu siapa yang mereka sembah. Sebab itu Yesus menambahkan bahwa Keselamatan datang dan berasal dari kaum Yahudi.

Pergeseran keyakinan Perempuan Samaria dari seorang nabi menjadi Sang Mesias.
25perempuan itu berkata kepada-Nya, "Aku tahu bahwa Mesias --yang disebut Kristus-- sedang datang. Pada waktu Dia itu datang, Dia akan memberitakan kepada kami segala sesuatu."26YESUS berkata kepadanya, "Akulah Dia, yang sedang berbicara kepadamu."27Dan pada saat itu datanglah murid-murid-Nya, dan mereka heran bahwa Dia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan; meskipun demikian tidak seorang pun berkata, "Engkau sedang mencari apa?" Atau, "Mengapa Engkau bercakap-cakap dengannya?"

Catatan:Satu lagi alasan mengapa orang-orang Yahudi memusuhi orang-orang Samaria karena nenek moyang mereka sejak zamannya Ezra / Nehemia berusaha menggagalkan pembangun kembali bait suci di Yerusalem yang telah diruntuhkan. Sebelumnya rakyat Yahudi ditanah Babel diperkenankan berbondong-bondong balik ketanah perjanjian oleh Koresh/Cyrus raja Persia dicatat dikitab Ezra pasal 1 dan Yesaya pasal 45 Perjanjian Lama.

Kesaksian Perempuan Samaria:
Terinspirasi oleh percakapan dengan Yesus, perempuan itu meninggalkan tempayannya, kembali ke kota, dan mengajak orang-orang untuk bertemu Yesus.

28Kemudian perempuan itu meninggalkan tempayan airnya dan dia pergi ke dalam kota serta berkata kepada orang-orang, 29"Mari, lihatlah seorang yang telah mengatakan kepadaku segala sesuatu apa saja yang telah aku lakukan. Bukankah Dia ini Mesias?"30Sebab itu mereka keluar dari kota itu dan datang kepada-Nya.
Catatan:
Berita Gembira Menyebar: Dampak "Divine Appoinment" Yesus bagi Perempuan itu  dan masyarakat sekitarnya.

Yesus sang Penabur dan Panen Rohani;
Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya  tentang makanan surgawi.
31Dan sementara itu, para murid terus meminta Dia sambil berkata, "Rabi, makanlah!"32Namun Dia berkata kepada mereka, "Untuk makan, Aku mempunyai makanan yang tidak kamu ketahui."33Lalu para murid berkata seorang terhadap yang lain, "Adakah seseorang yang telah membawakan sesuatu kepada-Nya untuk makan?"34YESUS berkata kepada mereka, "Makanan-Ku adalah bahwa Aku dapat melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku, dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.35Bukankah kamu berkata bahwa masih ada empat bulan lagi dan penuaian itu tiba. Lihatlah, Aku berkata kepadamu, angkatlah matamu dan pandanglah ladang-ladang itu, karena mereka telah menguning siap untuk penuaian.36Dan orang yang menuai, dia menerima upah dan dia mengumpulkan buah bagi hidup yang kekal, sehingga baik yang menabur maupun yang menuai, dia akan bersukacita bersama-sama.37Sebab dalam hal ini perkataan itu benar, bahwa yang menabur itu berbeda, yang menuai pun berbeda.38Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang kamu tidak bersusah payah, orang-orang lain telah bersusah payah dan kamu telah mendapat bagian berkenaan dengan jerih lelah mereka."
Catatan:
Penghuni kota Sikhar berbondong-bondong keluar menemui Yesus.
Kisah ini menunjukkan bagaimana Yesus melampaui batasan sosial dan etnis untuk membawa pesan keselamatan dan membagikan air hidup kepada semua orang.

Akhirnya Sumur Yakub:  Menjadi Simbol Iman Transformasi Air Kehidupan. Sebuah tempat menimba air pelepas dahaga sebagai saksi bisu anugerah Tuhan.
39Dan dari kota itu, banyak orang Samaria telah percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan yang bersaksi, "Dia telah mengatakan kepadaku segala sesuatu apa saja yang telah aku perbuat."40Kemudian, tatkala orang-orang Samaria itu datang kepada-Nya, mereka meminta-Nya untuk tinggal bersama mereka. Dan Dia tinggal di sana dua hari. 41Dan lebih banyak lagi orang yang percaya karena firman-Nya.42Dan mereka berkata kepada perempuan itu, "Kami percaya, bukan lagi karena perkataanmu, karena kami sendiri telah mendengarkan dan kami mengetahui bahwa Dia inilah sesungguhnya Mesias, Juruselamat dunia."43Dan setelah dua hari, Dia keluar dari sana dan berangkat ke Galilea.
Catatan;
Setelah mendengar ajaran Yesus
lebih lanjut, banyak orang Samaria percaya bahwa Dia adalah Juruselamat dunia.
Sebuah "divine appoinment" tentang pencarian makna hidup dan menemukan jawabannya yang tak terduga dan bernilai kekekalan.

 

____________
https://www.jesuswalk.com/john/08_well.htm


Beranda