Tetelestai


Sudah Selesai
Sudah Genap
Sudah Lunas




Ishak Natan
Mar 2025


Pengantar
Maksud dan tujuan Yesus yang mendiami kekalan datang menjadi manusia berdarah berdaging dapat ditempatkan diantara kedua ayat ayat dibawah ini. Dengan ungkapan lain penjelasan inti tujuan Yesus lahir sebagai manusia biasa diapit oleh dua ayat utama ini.
Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, Apakah sebabnya kamu mencari Aku? Tiadakah kamu ketahui, bahwa Aku wajib ada di dalam pekerjaan Bapa-Ku? (Lu 2:49)
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya (Joh 19:30).
Naratif agung program penyelamatan ras manusia berdosa.

 Pekerjaan Yesus sebagai Penebus: Dari Kelahiran hingga Kematian-Nya

Yesus Kristus datang ke dunia dengan satu tujuan utama, yaitu menebus manusia dari dosa. Sejak kelahiran-Nya hingga kematian-Nya di kayu salib, setiap langkah dalam hidup-Nya memiliki makna besar dalam rencana keselamatan TUHAN Allah bagi umat manusia. Berikut adalah perjalanan Yesus sebagai Penebus dunia:

   1. Kelahiran Yesus: Inkarnasi Sang Juruselamat
Yesus lahir di Betlehem dari seorang perawan bernama Maria, yang mengandung-Nya oleh Roh Kudus (Mat 1:18-25). Kelahiran-Nya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama (Isa 7:14) dan menjadi awal dari karya penebusan. Dengan kelahiran-Nya, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia dengan mengambil rupa manusia dan tinggal di antara mereka (Joh 1:14).

Sejak kecil, Yesus menunjukkan hikmat dan pengetahuan yang luar biasa. Ketika berusia 12 tahun, Ia ditemukan di Bait Allah sedang berdiskusi dengan para ahli Taurat. Ketika orang tua-Nya mencari-Nya dengan cemas, Yesus berkata, "Mengapa kamu mencari Aku? Tiadakah kamu ketahui, bahwa Aku wajib ada di dalam pekerjaan Bapa-Ku? (Luk 2:49). Perkataan ini menegaskan bahwa Yesus sudah memahami misi-Nya sejak dini.

   2. Pelayanan Yesus: Mengajar, Menyembuhkan, dan Memberitakan Kerajaan Allah
Ketika berusia sekitar 30 tahun, Yesus memulai pelayanan-Nya. Ia mengajarkan tentang kasih, pertobatan, dan Kerajaan Allah (Mat 4:17). Yesus juga melakukan berbagai mukjizat, seperti menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan memberi makan ribuan orang. Semua ini menunjukkan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan.

Yesus juga menegaskan bahwa Ia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Joh 14:6). Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10), serta memperkenalkan konsep kasih dan pengampunan yang radikal dibandingkan dengan hukum Taurat yang legalistik.

   3. Penderitaan dan Penyaliban: Puncak Karya Penebusan Klik disini
Yesus menghadapi banyak perlawanan dari para pemimpin agama Yahudi yang merasa terancam oleh ajaran-Nya. Akhirnya, Ia ditangkap, diadili secara tidak adil, dan dijatuhi hukuman mati di kayu salib oleh otoritas Romawi (Mat 27:22-26). Penyaliban-Nya merupakan penggenapan nubuat dalam Isa 53:5, yang menyatakan bahwa oleh bilur-bilur-Nya, manusia memperoleh kesembuhan rohani.

Di kayu salib, Yesus menanggung dosa seluruh dunia dan mengalami keterpisahan dari TUHAN Allah demi menanggung hukuman dosa manusia (Mat 27:46). Dalam penderitaan-Nya, Ia berkata, "Sudah selesai" (Joh 19:30). Dalam bahasa aslinya, kata yang digunakan adalah "Tetelestai," yang berarti bahwa misi-Nya telah sempurna dan pembayaran atas dosa telah lunas. Ini adalah deklarasi kemenangan bahwa karya penebusan telah genap dan tidak perlu diulangi lagi.

   4. Kebangkitan Yesus: Bukti Kemenangan atas Dosa dan Maut
Pada hari ketiga setelah kematian-Nya, Yesus bangkit dari kematian (Mat 28:6). Kebangkitan-Nya menjadi bukti bahwa Ia memiliki kuasa atas maut dan bahwa pengorbanan-Nya diterima oleh Allah sebagai pendamaian bagi dosa manusia. Dengan bangkit dari kematian, Yesus memastikan bahwa siapa pun yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal (Joh 11:25-26).

   5. Kekaryaan Yesus: Membebaskan Dari Ketakutan Maut
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. (Heb 2:14-15)

   Kesimpulan
Yesus Kristus menjalankan misi penebusan sejak kelahiran hingga kematian-Nya. Melalui kehidupan-Nya yang tanpa dosa, pengajaran-Nya yang penuh kasih, penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib, serta kebangkitan-Nya, Ia telah membuka jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Kini, setiap orang yang percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat beroleh pengampunan dosa dan hidup kekal bersama-Nya. Inilah anugerah terbesar yang diberikan TUHAN Allah kepada dunia melalui Anak Nya - Yesus Kristus.

Maranatha




Beranda