|
Cara
Menjadi Seorang Hacker
(Terjemahan dari How to Become
a Hacker)
Oleh : Eric
S Raymond
Status
dalam Budaya Hacker
Seperti
halnya dalam kebanyakan budaya lain tanpa ekonomi uang, dunia
hacker berjalan di atas reputasi. Anda berusaha menyelesaikan
persoalan-persoalan menarik, tapi seberapa menarik persoalan tersebut,
dan apakah solusi Anda benar-benar baik, merupakan sesuatu yang
umumnya hanya dapat dinilai oleh rekan sejawat atau atasan Anda.
Demikian juga, dalam permainan hacker, Anda menjaga nilai terutama
lewat pandangan hacker lain terhadap kemampuan Anda (inilah sebabnya
Anda belum benar-benar seorang hacker sampai hacker-hacker lain
dengan konsisten menyebut Anda seorang hacker). Kenyataan ini
dikaburkan oleh citra hacking sebagai pekerjaan menyendiri; juga
oleh tabu budaya hacker (yang kini perlahan-lahan menghilang namun
masih tetap kuat) yang tidak mengakui bahwa ego atau pengesahan
dari luar berpengaruh pada motivasi seseorang.
Tegasnya, dunia hacker merupakan apa yang disebut oleh para antropolog
sebagai budaya memberi. Kedudukan dan reputasi tidak diperoleh
dengan menguasai orang lain, atau dengan menjadi seseorang yang
cantik, atau dengan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang
lain, tapi dengan memberikan sesuatu. Tepatnya, dengan memberikan
waktu Anda, kreativitas, dan hasil dari kemampuan Anda.
Pada dasarnya ada lima hal yang bisa dilakukan agar dihormati
oleh hacker:
1.
Menulis Software Open Source
Yang pertama (yang paling inti dan paling
tradisional) adalah menulis program yang dipandang berguna atau
mengasyikkan oleh hacker lain, kemudian memberikan source programnya
untuk digunakan oleh seluruh budaya hacker. (Dulu karya semacam
ini disebut 'software bebas' (free software), tapi istilah ini
memusingkan banyak orang karena mereka tidak tahu apa arti tepat
dari 'free'. Sekarang banyak yang lebih menyukai istilah 'software
open-source'.)
2.
Membantu menguji dan men-debug software open-source
Yang selanjutnya berjasa adalah mereka yang
bertahan menggunakan dan men-debug software open-source. Di dunia
yang tak sempurna ini, tanpa terhindarkan kita harus menghabiskan
sebagian besar waktu pengembangan software dalam tahap debugging.
Karena itu setiap penulis software open-source yang waras akan
berpendapat bahwa penguji beta yang baik (yang tahu bagaimana
menjelaskan gejala masalah dengan jelas, bagaimana melokalisir
masalah, mampu mentolerir bug di rilis cepat, dan bersedia menjalankan
beberapa rutin diagnostik sederhana) itu amat sangat berharga.
Bahkan satu saja penguji beta sudah mampu membantu menjadikan
tahap debugging dari mimpi buruk panjang yang melelahkan menjadi
hanya gangguan yang justru menyehatkan.
Bila Anda seorang pemula, cobalah mencari program yang sedang
dalam tahap pengembangan, yang menarik bagi Anda, dan jadilah
seorang penguji beta yang baik. Dari sini Anda secara alamiah
akan meningkat dari membantu menguji program ke membantu memodifikasi
program. Anda akan belajar banyak, dan pada gilirannya nanti Anda
pun akan memperoleh bantuan dari orang lain saat membutuhkan.
3.
Menerbitkan informasi yang bermanfaat.
Yang bagus juga untuk dilakukan yaitu mengumpulkan
dan menyaring informasi-informasi menarik dan berguna ke dalam
halaman Web atau dokumen seperti FAQ (Frequently Asked Questions
-- daftar jawaban pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan orang),
dan membuat dokumen-dokumen ini mudah didapat orang.
Pemelihara FAQ teknis yang besar-besar juga mendapatkan hormat
hampir seperti para penulis software open-source.
4.
Membantu terus berjalannya infrastruktur.
Budaya hacker (dan juga dalam hal ini pengembangan
rekayasa Internet) dijalankan oleh relawan. Banyak sekali pekerjaan
yang dibutuhkan namun bukan pekerjaan yang agung, yang harus dilakukan
agar semuanya tetap berjalan melakukan administrasi mailing list,
moderasi newsgroup, memelihara situs archive software yang besar,
mengembangkan dokumen-dokumen RFC serta standar teknis lainnya.
Mereka yang melakukan hal-hal seperti dengan baik juga dihormati,
karena orang tahu bahwa pekerjaan seperti ini menghabiskan banyak
waktu dan kalah mengasyikkan dibanding bermain dengan kode. Melakukan
pekerjaan seperti ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki dedikasi.
5.
Mengabdi kepada budaya hacker itu sendiri.
Terakhir, Anda dapat mengabdi dan menyebarluaskan budaya hacker
(lewat, misalnya, menulis panduan tepat bagi pemula tentang cara
menjadi seorang hacker :-)). Anda tidak bisa melakukan hal ini
kecuali telah berkecimpung cukup lama dan menjadi figur yang cukup
terkenal di salah satu dari empat hal sebelumnya.
Budaya hacker tidak persis memiliki pemimpin, tapi memiliki pahlawan,
tetua suku, sejarawan, dan para jubir. Jika Anda telah cukup lama
berada di 'medan tempur', Anda dapat saja memperoleh salah satu
dari jabatan-jabatan ini. Peringatan: hacker tidak mempercayai
ego tetua suku yang terlampau mencolok, jadi berbahaya jika Anda
terlalu terlihat untuk berusaha menjadi terkenal. Cara yang benar
seharusnya yaitu dengan memposisikan diri sedemikian rupa sehingga
jabatan tersebut jelas telah Anda capai, lalu kemudian bersikap
rendah hati dan ramah sehubungan dengan kedudukan Anda tersebut.
Lanjut
......
|