Salah
satu tanggung jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan
menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran
yg dibentuk oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport
menggabungkan kembali fragment untuk mengembalikan pesan aslinya,
sehingga dapat diketahui bahwa lapisan transport memerlukan
proses khusus pada satu komputer ke proses yg bersesuaian pada
komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai Service Access Point
(SAP) ID kepada setiap paket (berlaku pada model OSI, istilah
TCP/IP untuk SAP ini disebut port (Port adalah tempat dimana
informasi masuk dan keluar. Di PC contohnya monitor sebagai
keluaran informasi, keyboard dan mouse sebagai masukan informasi.
Tetapi dalam istilah internet, port berbentuk virtual (software)
bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial port (utk koneksi
modem). )
Mengenali
pesan-pesan dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga pesan
tersebut dikirimkan melalui media jaringan yg sama disebut �multiplexing�.
Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada proses
yg benar disebut �demultiplexing�. Tanggung javab lapisan transport
yg paling berat dalam hal pengiriman pesan adalah mendeteksi
kesalahan dalam pengiriman data tersebut. Ada dua kategori umum
deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan transport :
- Reliable
delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi kesalahan
akan dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan
dengan jalan memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah
terjadi dan meminta pengiriman kembali paket yg kesalahannya
terdeteksi.
- Unreliable
delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi
menunjukkan bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan
tersebut. Karena pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan
mengurangi penampilan jaringan. Biasanya kategori ini digunakan
jika setiap paket mengandung pesan yg lengkap, sedangkan reliable
delivery, jika mengandung banyak paket. Unreliable delivery,
sering disebut �datagram delivery� dan paket-paket bebas yg
dikerimkan dengan cara ini sering disebut �datagram�.
Karena
proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yg
bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to
host, TCP dan UDP. TCP adalah protokol yg handal. Protokol ini
berusaha secara seksama untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa
kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan dan mengirimkan
error ke lapisan ats hanya bila TCP tidak berhasil mengadakan
komunikasi (dibahas nanti). Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan
TCP tercapai dengan mengorbankan bandwidth jaringan yg besar.
UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah protokol yg
tidak handal. Protokol ini hanya �semampunya� saja mengirimkan
data. UDP tidak akan berusaha untuk mengembalikan datagram yg
hilang dan proses pada lapisan atas harus bertanggung jawab
untuk mendeteksi data yg hilang atau rusak dan mengirimkan ulang
data tersebut bila dibutuhkan.
Lapisan
inilah biasa disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut
user program. Lapisan inilah yg menjadi alasan keberadaan lapisan
sebelumnya. Lapisan sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan
yg ditujukan utk lapisan ini. Di lapisan ini dapat ditemukan
program yg menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail server
(email program), file transfer server (FTP program), remote
terminal