
Anda adalah pengunjung
ke :
sejak 25/05/2000
Last Update
25/05/2001
|
|
Konsep
Dasar TCP / IP
(Transmission Control Protocol
/ Internet Protocol))
Oleh : Phayzer
Bagaimanakah
bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?
-
UDP
UDP
memberikan alternatif transport untuk proses yg tidak membutuhkan
pengiriman yg handal. Seperti yg telah dibahas sebelumnya, UDP
merupakan protokol yg tidak handal, karena tidak menjamin pengiriman
data atau perlindungan duplikasi. UDP tidak mengurus masalah
penerimaan aliran data dan pembuatan segmen yg sesuai untuk
IP.Akibatnya, UDP adalah protokol sederhana yg berjalan dengan
kemampuan jauh dibawah TCP. Header UDP tidak mengandung banyak
informasi, berikut bentuk headernya :
| Source
Port |
Destination
Port |
| Length |
Checksum |
source
port, adalah port asal dimana system mengirimkan datagram. Destination
port, adalah port tujuan pada host penerima. Length, berisikan
panjang datagram dan termasuk data. Checksum, bersifat optional
yg berfungsi utk meyakinkan bahwa data tidak akan mengalami
rusak (korup)
- TCP
Seperti
yg telah dibahas sebelumnya, TCP merupakan protokol yg handal
dan bertanggung jawab untuk mengirimkan aliran data ke tujuannya
secara handal dan berurutan. Untuk memastikan diterimanya data,
TCP menggunakan nomor urutan segmen dan acknowlegement (jawaban).
Misalkan anda ingin mengirim file berbentuk seperti berikut
:
-------------------------------------------
TCP
kemudian akan memecah pesan itu menjadi beberapa datagram (untuk
melakukan hal ini, TCP tidak mengetahui berapa besar datagram
yg bisa ditampung jaringan. Biasanya, TCP akan memberitahukan
besarnya datagram yg bisa dibuat, kemudian mengambil nilai yg
terkecil darinya, untuk memudahkan).
----
---- ---- ---- ---- ---- ---- ---- ----
TCP
kemudian akan meletakan header di depan setiap datagram tersebut.
Header ini biasanya terdiri dari 20 oktet, tetapi yg terpenting
adalah oktet ini berisikan sumber dan tujuan �nomor port (port
number)� dan �nomor urut (sequence number)�. Nomor port digunakan
untuk menjaga data dari banyaknya data yg lalu lalang. Misalkan
ada 3 orang yg mengirim file. TCP anda akan mengalokasikan nomor
port 1000, 1001, dan 1002 untuk transfer file. Ketika datagram
dikirim, nomor port ini menjadi �sumber port (source port)�
number untuk masing-masing jenis transfer. Yg perlu diperhatikan
yaitu bahwa TCP perlu mengetahui juga port yg dapat digunakan
oleh tujuan (dilakukan diawal hubungan). Port ini diletakan
pada daerah �tujuan port (destination port)�. Tentu saja jika
ada datagram yg kembali, maka source dan destination portnya
akan terbalik, dan sejak itu port anda menjadi destination port
dan port tujuan menjadi source port.
Setiap datagram mempunyai nomor urut (sequence number) masing-masing
yg berguna agar datagram tersebut dapat tersusun pada urutan
yg benar dan agar tidak ada datagram yg hilang. TCP tidak memberi
�nomor� datagram, tetapi pada oktetnya. Jadi jika ada 500 oktet
data dalam setiap datagram, datagram yg pertama mungkin akan
bernomor urut 0, kedua 500, ketiga 1000, selanjutnya 1500 dan
eterusnya. Kemudian semua susunan oktet didalam datagram akan
diperiksa keadaannya benar atau salah, dan biasa disebut dg
�checksum�. Hasilnya kemudian diletakan ke header TCP. Yg perlu
diperhatikan ialah bahwa checksum ini dilakukan di kedua komputer
yg melakukan hubungan. Jika nilai keberadaan susunan oktet antara
satu checksum dg checksum yg lain tidak sama, maka sesuatu yg
tidak diinginkan akan terjadi pada datagram tersebut, yaitu
gagalnya koneksi (lihat bahasan sebelumnya). Jadi inilah bentuk
datagram tersebut:
| Source Port |
Destination Port |
| Sequence Number |
| Acknowledgment number |
Data
Offset |
Reserved |
U
R
G
|
A
C
K |
P
S
H |
R
S
T |
S
Y
N |
F
I
N |
Window |
| Checksum |
Urgent pointer |
| Data Anda ------------ Sampai 500 oktet
berikut |
Jika kita misalkan TCP header sebagai �T�, maka seluruh file
akan berbentuk sebagai berikut :
T---- T---- T---- T---- T---- T---- T----
Ada beberapa bagian dari header yg belum kita bahas. Biasanya
bagian header ini terlibat sewaktu hubungan berlangsung.
- Seperti
'acknowledgement number' misalnya, yg bertugas untuk menunggu
jawaban apakah datagram yg dikirim sudah sampai atau belum.
Jika tidak ada jawaban (acknowledgement) dalam batas waktu tertentu,
maka data akan dikirim lagi.
- Window
berfungsi untuk mengontrol berapa banyak data yg bisa singgah
dalam satu waktu. Jika Window sudah terisi, ia akan segera langsung
mengirim data tersebut dan tidak akan menunggu data yg terlambat,
karena akan menyebabkan hubungan menjadi lambat.
-
Urgent pointer menunjukan nomor urutan oktet menyusul data yg
mendesak. Urgent pointer adalah bilangan positif berisi posisi
dari nomor urutan pada segmen.
-
Reserved selalu berisi nol. Dicadangkan untuk penggunaan mendatang.
- Control bit (disamping kanan reserved, baca dari atas ke bawah).
Ada enam kontrol bit :
- URG, Saat di set 1 ruang urgent pointer memiliki makna, set
0 diabaikan.
- ACK saat di set ruang acknowledgement number memiliki arti.
- PSH, memulai fungsi push.
- RST, memaksa hubungan di reset.
- SYN, melakukan sinkronisasi nomor urutan untuk hubungan. Bila
diset maka hubungan di buka.
- FIN, hubungan tidak ada lagi.
|
|